Rabu, 06 Juni 2012

Laporan "field study" BIOLOGI tentang sangiran dan agrowisata



DISUSUN OLEH :

Luluh Murjiani
XD/21



Kata Pengantar
Assalammualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang Biologi, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “Pengamatan Hayati di Sondokoro”. Walaupun makalah ini mungkin kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru Biologi yaitu Bpk. Rahmad Basuki selaku guru pembibing mata pelajaran Biolgi. yang telah membimbing agar dapat menyelesai kan tugas akhir semester dengan baik.Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Wassalammualaikum Wr. Wb






KEANEKARAGAMAN HAYATI
Seperti tempat-tempat atau lingkungan lainnya, Sangiran Dome dan Agrowisata Sondokoro mempunyai berbagai macam makhluk hidup atau keanekaragaman hayati. Berikut keanekaragaman hayati di Sangiran Dome dan Agrowisata Sondokoro.
1.    Keanekaragaman Hayati di Sangiran Dome :
·         Manusia
·         Serangga
·         Pepohonan
·         Udara
·         Tanah
·         Air
·         Rerumputan

2.    Keanekaragaman Hayati di Agrowisata Sondokoro :
·         Manusia
·         Pohon
·         Rerumputan
·         Serangga
·         Monyet
·         Ikan
·         Burung
·         Tumbuhan tebu
·         Tanah
·         Air
·         Udara






DESKRIPSI UMUM TENTANG TEMPAT WISATA
1.    Sangiran Dome
Sangiran Dome adalah museum situs yang dipersiapkan untuk menampung temuan-temuan dari Situs Sangiran. Sangiran dome berbentuk perbukitan berkubah. Museum Sangiran berada di perbatasan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar. Tepatnya di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Yang mempunyai koleksi seperti fosil manusia, fosil hewan, fosil tumbuhan, batu-batuan, sedimen tanah, dan peralatan batu yang dibuat dan digunakan manusia purba pada masa lalu di Sangiran.
            Situs Sangiran pertama kali diperhatikan oleh Eugene Dubois tahun 1893, namun penemuan alat-alat batu buatan manusia purba yang pernah hidup di Sangiran pertama kali ditemukan oleh J.C. van Koenigswald.
Koleksi yang ada di museum Sangiran dome


2.    Agrowisata Sondokoro
Agrowisata Sondokoro terletak pada kompleks PG. Tasikmadu, Karanganyar. Agrowisata ini mempunyai luas sekitar 25 km2 yang telah mencakup keseluruhan bangunan pabrik gula. Agrowisata ini mempunyai dua pintu masuk, yaitu pintu masuk barat dan pintu masuk utara.
Pada agrowisata ini terdapat berbagai arena bermain anak dan arena edukasi, arena rekreasi, dan arena kuliner. Juga terdapat kolam renang serta wisata air yang lainnya.
Agrowisata ini terdapat Sacchacinema atau wahana edukatif mengenai proses pembuatan gula. Sacharosa dan Spoor Gula adalah jenis kereta wisata yang dapat mengantar mengelilingi agrowisata ini. Di agrowisata ini terdapat pula flying fox dan arena panjat tebing.
PENGOLAHAN LIMBAH
1.    Di Museum Sangiran
Di Museum Sangiran, pengolahan di sekitar obyek wisatatidak terlalu banyak sampah berserakan. Namun, jika kita menengok ke belakang dekat kamar mandi, bisa ditemui banyak sampah plastik berserakan. Saat di Museum Sangiran, masih jarang ditemui tong-tong sampah. Belum ada tong yang disediakan langsung sesuai jenis sampah yang akan dibuang. Pengolahan sampah di Sangiran, tidak resmi maksudnya sampah-sampah dipungut oleh pemulung sehingga pengolahan sampah di museum Sangiran belum cukup bagus.
2.     Di Agrowisata Sondokoro
Saat di Agrowisata Sondokoro, jarang ditemui sampah-sampah berserakan. Karena menurut narasumber, Bapak Adi Masaji, pengelolaan sampah secara intern. Yang akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Namun, petugas kebersihan di Agrowisata Sondokoro terdapat 4 petugas yang masing-masing bekerja dari pagi hingga sore. Selain itu, pengelolaan sampah di Agrowisata Sondokoro juga didalangi oleh para pemulung. Namun, tempat pusat pembuangan sampah di dekat para penjual kerajinan sangat tidak teratur. Walaupun kebanyakan adalah sampah kering. Pengelolaan sampah di Sondokoro dilaksanakan dengan bantuan Dinas Kebersihan. Ada 4 DAM sampah. 1 hari 2x ambil. Tetapi sampah tidak dipisah sesuai jenis sampah.

Kebersihan di Sangiran Dome dan Agrowisata Sondokoro terlihat dari luar bersih dan tertata. Namun, jika kita melihat kamar mandi di Sangiran Dome kita bisa melihat apakah Museum Sangiran termasuk tempat wisata bersih dan tertata atau tidak. Kamar mandi Museum Sangiran berbau dan banyak tulisan tangan-tangan jahil di tembok. Lantai kamar mandi pun terlihat kotor.
Sedangkan kebersihan di Agrowisata Sondokoro juga belum terlalu bersih. Namun tidak banyak coret-coretan ataupun sampah berserakan. Tetapi kebersihan air pada wahana air banyak yang kotor serta lantai yang telah berlumut. Warung-warung di Sondokoropun terlihat bersih, tidak banyak sampah berserakan.

HAMBATAN YANG DITEMUKAN
1.    Di Museum Sangiran
v  Kurangnya sarana pembuangan tempat sampah
v  Kurangnya kedisiplinan petugas terhadap wisatawan yang berkunjung
v  Infrastruktur yang tidak memadai dan kurangnya pengawasan
2.    Di Agrowisata Sondokoro
v  Kurangnya wisatawan yang hadir
v  Kurangnya promosi tempat tersebut
v  Kurangnya kesadaran dalam memilah sampah
v  Minimnya petugas kebersihan di daerah wisata tersebut


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar